Selasa, 01 Maret 2016

PERKEMBANGAN PADA PERIODE MADINAH
Lizamatu Sa’diyah1, Novi Dian Pratiwi2, Moch. Fahrul Hadi3, Indah Latifatul Umdah4
1,2,3,4Jurusan Zakat dan Wakaf, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung



Abstrak - Abu bakar As-siddiq ditunjuk sebagai kholifah pertama untuk memimpin umat islam
Salah satu faktor yang mendukung terpilihnya Abu Bakar sebagai  kholifah setelah Rasulullah wafat ialah dia adalah orang yang menggantikan rasul sebagai imam sholat ketika rasullullah sakit
Beberapa kebijakan Bakar As-Shiddiq selama menjadi kholifah yakni dapat digolongkan  ke dalam dua bagian, yaitu bidang keagamaan seperti mengumpulkan mushaf Al-Qur’an, menyatukan persepsi seluruh sahabat untuk memerangi kaum murtad, dll, serta bidang non keagamaan. Misalnya membuat semacam lembaga keuangan dll.
Umar bin khattab sebagai khalifah kedua  lahir di Mekkah, dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan nabi dan beliau ialah tokoh yang berkepribadian baik.
Terpilihnya Umar menjadi khalifah karena wasiat dari Abu Bakar yang dulunya pernah bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya.
Pencapaian Umar selama menjadi khalifah yakni memperluas kekuasaan Islam seperti Mesir, Persia dan juga membentuk beberapa dewan.

                       Kata Kunci – Sejarah Abu Bakar Asydiq, Umar Bin Khotob

1.      Pendahuluan
Khulafaurrasidin adalah pemimpin yang diangkat setelah Nabi wafat untuk menggantikan Nabi dan melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan pemerintahan. Sebelum nabi Muhammad SAW wafat beliau  tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin uslam setelah beliau wafat, beliau nampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk menentukannya. Setelah Nabi dimakamkan,  kaum muhajirin dan ansor  berkumpul di balai kota Bani Saidah, dengan semangat ukhuwah islamiah akhirnya Abu Bakar terpilih sebagai khalifah yang pertama untuk meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Diantara Khalifah-khalifah yang terpilih antaralain : Abu bakar AS-shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi thalib.

II.                 Pembahasan
A. Masa Kekhalifahan Abu Bakar As-Siddiq
1.      Riwayat Hidup Kholifah Abu Bakar As-siddiq
Abu Bakar memiliki naman lengkap Abdullah bin Ustman bin Amir bin Umar bin Ka’ab bin Tiim bin Mairah at-Tamimi. Dilahirkan pada tahun 5 M, Abu Bakar sejak kecil bernama Abdul Ka’bah. Gelar Abu Bakar diberikan oleh Rosululloh karena ia orang yang paling cepat masuk islam, sedang gelar As-Sidiq yang berarti “amat benarkan”adalah gelar yang diberikan kepadanya karena ia amat segera membenarkan Rosululloh SAW dalam berbagai macam peristiwa,terutama peristiwa isra Mi’raj.
Dari segi usia, Abu Bakar lebih muda dua atau tiga tahun dari Nabi Muhammad SAW. Dia dilahirkan pada tahun kedua atau ketiga dari tahun gajah. Ayahnya bernama Usman dan juga dikenal sebagai Abi Kuhafah dan ibunya bernama Ummu Khair Salma binti Sakar. Kedua orang tua Abu Bakar merupakan keturunan Bani Talim, dan merupakan salah satu Keluarga yang mempunyai status sosisal yang cukup tinggi di kalangan suku Quraisy. Banyak penulis sejarah yang menyebutkan bahwa Abu Bakar sejak masa mudanya memiliki sifat dan kebiasaan-kebiasaan yang Sangat dekat dengan sifat dan kebiasaan Rasulullah SAW. Abu bakar wafat pada tahun 634 M karena jatuh sakit, selanjutnya kepemimpinan Abu Bakar digantikan oleh Umar bin Khattab.

2.      Pengangkatan Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq
Setelah Rosululloh wafat, Abu bakar As-siddiq ditunjuk sebagai kholifah pertama untuk memimpin umat islam. Kholifah adalah pemimpin yang diangkat setelah nabi wafat untuk menggantikan nabi dan melanjutkan tugaa-tugas sebagai pemimpin agama dan pemerintahan.
Berita tentang wafatnya Rosululloh SAW cukup mengagetkan para sahabat. Bahkan seolah-olah para sahabat belum memiliki kesiapan untuk ditinggalkan Rosululloh.Hal ini terlihat betapa mendalamnya kesedihan yang dirasakan oleh para sahabat waktu itu. Selain itu juga tampak pada betapa sulitnya mencari pengganti Roululloh untruk memimpin masyarakat Madinah yang sudah mulai tertata dan berperadapan. Sampai akhirnya keputusan jatuh ketangan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan mayoritas umat Islam berbai’at kepadanya.
Setelah nabi wafat, sebagai pemimpin umat Islam yang pertama menggantikan Rasulullah adalah Abu Bakar as-Siddiq sebagai khalifah. Diantara faktor yang mendukung terpilihnya Abu Bakar ialah dia adalah orang yang menggantikan rasul sebagai imam sholat ketika rasullulloh sakit, dia juga orang yang menemani rasululloh saat hijrah dan dia adalah sahabat senior yang awal memeluk islam.Terpilihnya Abu bakar sebagai khalifah menunjukkan kesadaran yang baik bagi masyarakat islam waktu itu. Ini sekaligus menjadi sebuah lompatan sejarah yang luar biasa karena umumnya pergantian kepemimpinan di zaman itu masih banyak diwarnai oleh pergantian secara keturunan atau Monarchi. Tetapi tidak demikian halnya bagi umat islam waktu itu mereka memilih pemimpin mereka atas kesadaran demokratis maka sejak itu abu bakar sebagai khalifah umat islam. Ia disebut sebagai khalifat ar-rasulillah ( pengganti Rasululloh).
3.        Kebijakan-kebijakan Abu Bakar Selama Menjadi Kholifah
Beberapa pencapaian jasa-jasa Abu Bakar As-Shiddiq yakni telah melakukan beberapa kebijakan dan secara umum dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu bidang keagamaan dan bidang non keagamaan.
a.      Keagamaan
Jasa Abu Bakar yang paling umum dibidang keagamaan ini adalah
1.      Mengumpulkan mushaf Al-Qur’an, yang semula usulan Umar bin Khattab
2.      Melakukan upaya penyadaran terhadap mereka yang telah melakukan penyelewengan terhadap ajaran Nabi Muhammad. Upaya penyadaran ini terutama dilakukan terhadap kalangan yang mengingkari kewajiban zakat, murtad, dan mengaku dirinya nabi. Termasuk munculnya nabi-nabi palsu seperti; Musailamah Al-Kadzab, Tulaikhah, sajjah dan Aswad Ansi.
3.      Kebijakannya menyatukan persepsi seluruh sahabat untuk memerangi kaum murtad dengan segala persiapan ke arah itu, kemudian instruksinya untuk memerangi seluruh kelompok yang murtad di wilayah masing-masing.
b.      Non Keagamaan 
Selain kebijakan nyata dibidang agama, Abu Bakar juga melakukan kebijakan non agama. Diantara kebijakannya sebagai berikut:
1.      Kebijakan dalam bidang ekonomi
Abu Bakar membuat semacam lembaga keuangan. Lembaga ini masih sangat sederhana pengoperasiannya juga mesih bersifat sederhana dan lembaga tersebut sebagai salah satu pencapaian yang paling penting dari Khalifah Abu Bakar, disamping kebijakan yang lain.
2.      Kebijakan dalam bidang Politik
Kebijakan dibidang politik juga dianggap sebagai pencapaian yang bagus. Kebijakan politik Abu Bakar bisa dilihat misalnya sejak proses pengangkatan sebagai kholifah dan pada saat pidato pertamanya pada hari pembaiatan dirinya sebagai khalifah. Pidato ini, merupakan manifesto politik yang secara singkat dan padat menggambarkan kontinuitas prinsip-prinsip tatanan masyarakat yang telah diletakkan oleh nabi. Membentuk dewan perwakilan dan juga mengembangkan prinsip-prinsip demokrasi.
 B. Masa Kekhalifahan Umar bin Khattab
1. Riwayat Hidup Umar Ibn Khattab
Bila dilihat dari catatan sejarah, secara kekeluargaan Umar bin Khattab mempunyai hubungan kekerabatan dengan Nabi Muhammad SAW, yaitu pada kakek buyut ketujuh hubungan itu terjalin. Ia termasuk suku Quraisy yang berasal dari Banu Adi. Umar bin Khattab lahir di Mekkah sebelum perang fajar tiga belas tahun setelah kelahiran nabi, atau pada tahun empat puluh sebelum Nabi hijrah. Karena itu, sebagaimana dengan Abu Bakar, Umar bin Khattab lebih muda dari Rasululoh.Disamping itu Umar adalah pribadi yang lengkap untuk menjadi pemimpin yang cemerlang.
2.      Pengangkatan Khalifah Umar bin Khattab
            Ketika Abu Bakar sakit keras dan merasa bahwa ajalnya sudah dekat, ia segera memutuskan untuk mengangkat pengganti dirinya. Dalam kondisi itu seperti itu sejarahwan muslim umumnya menilai kebijakan yang ditempuh Abu Bakar tersebut lebih didasarkan pada kepentingan kemaslahatan umat. Abu Bakar tampaknya tidakmau mewariskan konflik dalam menentukan posisi kepemimpinan umat islam seperti yang pernah terjadi di saqifah bani sa’idah. Lagi pula jika masalah tersebut sampai berlarut-larut akan menjadi vacum of power, padahal saat itu pasukan muslim sedang berperang melawan tentara Romawi dan  Persia.mereka tentunya sangat membutuhkan dukungan moral dan politis dari Madinah. atas dasar itu, Abu Bakar memutuskan untuk menyiapkan calon penggantinya. Terpilihnya Umar sebagai khalifah berbeda dengan pendahulunya Abu Bakar ia mendapatkan mandat kepercayaan sebagai khalifah kedua atas dasar wasiat dari Abu Bakar yang sebelumnya telah bermusyawarah dengan para sahabat dan akhirnya  pilihan itu jatuh kepundak Umar Ibn Khattab (586-644 M). Umarr menerima dan mulai menyandang gelar khalifah pada selasa  tanggal 22 Jumad as-Sani 13 H atau 13 Agustus 634 M.
3.      Pencapaian Khalifah Umar Ibn Khattab
         Umar Ibn Khattab meneruskan penyematan jabatan kholifah sebagaimana yang dipakai oleh Abu Bakar, tetapi dengan embel-embel baru Amir al-Mu’minin. Dialah yang pertama kali menggunakan titel ini seusai pengangkatannya. Ia menempuh kebijakan-kebijakan yang mempunyai nilai signifikan bagi pembangunan kekuatan politik umat islam baik dalam negeri maupun luar negeri.
           Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, usaha pengembangan wilayah Islam terus dilanjutkan. Kemenangan dalam perang Yarmuk pada masa Abu Bakar, membuka jalan bagi Umar untuk menggigitkan lagi usahanya, sehingga mendapatkan kemenangan atas tentara rom[1]awi di Ajnadin pada tahun 16 H/ 636 M dan beberapa kota dipesisir Syiria dan Palestina, seperti Jaffa, Gizar, Ramla, Typus, Uka (acre), Askalon dan Bairut. Kota ini dapat ditundukkan pada tahun 18 H/636 M dengan diserahkan sendiri oleh Patrik kepada Umar bin Khatab.
           Khalifah Umar bin Khatab melanjutkan perluasan dan pengembangan Islam ke Persia yang telah dimulai sejak masa Abu Bakar. Pasukan Islam yang menuju Persia ini berada di bawah pimpinan panglima Saad ibn Abi Waqqash. Dalam perkembangan berikutnya berturut-turut dapat ditaklukan beberapa kota, seperti Tadisia, kota Jalula, Madayin dan Nahawan.
           Khalifah Umar bin Kahttb juga mengembangkan kekuasaan islam di mesir yang saat itu penduduk mesir yaitu suku bangsa wibti sedang mendapat penganiaayaan dari bangsa Romawi. Bangsa ibti sangat mengharapkan bantuan dari orang-orang islam. Setelah berhasil menaklukan syiria dan palestina \. Khalifah umar memberangkatkan pasukannya yang berjumlah 4000 orang menuju mesir di bawaah pimpinan amr bin ash dan berhasil merebut benteng babil dan iskandariyah.
Dan peninggalan Umar bin Khattab lainnya selama memerintah saebagai khalifah ialah mengeluarkan undang-undang kebijakan perundang-undangan mengenai ketertiban pasar dalam jual beli. Selain itu umar bin khattab juga membentuk beberapa diantaranya Dewan pembendaharaan Negara dan dewan Militer. Dimana waktu itu hakim yang termasyhur ialah Ali bin abi thalib.

III.               Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab ii di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.      Abu bakar As-siddiq ditunjuk sebagai kholifah pertama untuk memimpin umat islam
2.      Salah satu faktor yang mendukung terpilihnya Abu Bakar sebagai  kholifah setelah Rasulullah wafat ialah dia adalah orang yang menggantikan rasul sebagai imam sholat ketika rasullullah sakit
3.      Beberapa kebijakan Bakar As-Shiddiq selama menjadi kholifah yakni dapat digolongkan  ke dalam dua bagian, yaitu bidang keagamaan seperti mengumpulkan mushaf Al-Qur’an, menyatukan persepsi seluruh sahabat untuk memerangi kaum murtad, dll, serta bidang non keagamaan. Misalnya membuat semacam lembaga keuangan dll.
4.      Umar bin khattab sebagai khalifah kedua  lahir di Mekkah, dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan nabi dan beliau ialah tokoh yang berkepribadian baik.
5.      Terpilihnya Umar menjadi khalifah karena wasiat dari Abu Bakar yang dulunya pernah bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya.
6.      Pencapaian Umar selama menjadi khalifah yakni memperluas kekuasaan Islam seperti Mesir, Persia dan juga membentuk beberapa dewan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Fu’adi, Imam, 2011, Sejarah Peradaban Islam, Yogyakarta : Teras.
[2] Mahmudunnasir, Syed, 2005, Islam Konsepsi dan Sejarahnya, Bandung : Rosda.
 [3]  Edyar, Busman,dkk (ed.),  2009, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Pustaka Asatruss. 



























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN UJI COBA PRODUK JAMUR CRISPY

A.     Latar Belakang             Jamur merupakan jenis tumbuhan yang mudah di jumpai disekeliling kita, cara membudidayakannya juga t...