PERKEMBANGAN PADA PERIODE MADINAH
Lizamatu Sa’diyah1, Novi Dian Pratiwi2,
Moch. Fahrul Hadi3, Indah Latifatul Umdah4
1,2,3,4Jurusan Zakat dan Wakaf, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung
Abstrak - Abu bakar
As-siddiq ditunjuk sebagai kholifah pertama untuk memimpin umat islam
Salah
satu faktor yang mendukung terpilihnya Abu Bakar sebagai kholifah setelah Rasulullah wafat ialah dia
adalah orang yang menggantikan rasul sebagai imam sholat ketika rasullullah
sakit
Beberapa
kebijakan Bakar As-Shiddiq selama menjadi kholifah yakni dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu bidang keagamaan
seperti mengumpulkan mushaf Al-Qur’an, menyatukan
persepsi seluruh sahabat untuk memerangi kaum murtad, dll, serta
bidang non keagamaan. Misalnya membuat
semacam lembaga keuangan dll.
Umar bin khattab sebagai khalifah kedua lahir di Mekkah, dan masih memiliki hubungan
kekerabatan dengan nabi dan beliau ialah tokoh yang berkepribadian baik.
Terpilihnya Umar menjadi khalifah karena wasiat dari Abu
Bakar yang dulunya pernah bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya.
Pencapaian Umar selama menjadi khalifah yakni memperluas
kekuasaan Islam seperti Mesir, Persia dan juga membentuk beberapa dewan.
Kata Kunci – Sejarah Abu Bakar Asydiq,
Umar Bin Khotob
1.
Pendahuluan
Khulafaurrasidin adalah pemimpin yang
diangkat setelah Nabi wafat untuk menggantikan Nabi dan melanjutkan tugas-tugas
sebagai pemimpin agama dan pemerintahan. Sebelum nabi Muhammad SAW wafat
beliau tidak meninggalkan wasiat tentang
siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin uslam setelah beliau
wafat, beliau nampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin
sendiri untuk menentukannya. Setelah Nabi dimakamkan, kaum muhajirin dan ansor berkumpul di balai kota Bani Saidah, dengan
semangat ukhuwah islamiah akhirnya Abu Bakar terpilih sebagai khalifah yang
pertama untuk meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Diantara Khalifah-khalifah yang terpilih
antaralain : Abu bakar AS-shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali
bin Abi thalib.
II.
Pembahasan
A. Masa Kekhalifahan Abu Bakar As-Siddiq
1.
Riwayat Hidup Kholifah Abu Bakar
As-siddiq
Abu Bakar memiliki naman lengkap Abdullah bin Ustman
bin Amir bin Umar bin Ka’ab bin Tiim bin Mairah at-Tamimi. Dilahirkan pada
tahun 5 M, Abu Bakar sejak kecil bernama Abdul Ka’bah. Gelar Abu Bakar
diberikan oleh Rosululloh karena ia orang yang paling cepat masuk islam, sedang
gelar As-Sidiq yang berarti “amat benarkan”adalah gelar yang diberikan
kepadanya karena ia amat segera membenarkan Rosululloh SAW dalam berbagai macam
peristiwa,terutama peristiwa isra Mi’raj.
Dari segi usia, Abu Bakar lebih muda dua atau tiga
tahun dari Nabi Muhammad SAW. Dia dilahirkan pada tahun kedua atau ketiga dari
tahun gajah. Ayahnya bernama Usman dan juga dikenal sebagai Abi Kuhafah dan
ibunya bernama Ummu Khair Salma binti Sakar. Kedua orang tua Abu Bakar
merupakan keturunan Bani Talim, dan merupakan salah satu Keluarga yang
mempunyai status sosisal yang cukup tinggi di kalangan suku Quraisy. Banyak
penulis sejarah yang menyebutkan bahwa Abu Bakar sejak masa mudanya memiliki
sifat dan kebiasaan-kebiasaan yang Sangat dekat dengan sifat dan kebiasaan
Rasulullah SAW. Abu bakar wafat pada tahun 634 M karena jatuh sakit,
selanjutnya kepemimpinan Abu Bakar digantikan oleh Umar bin Khattab.
2.
Pengangkatan Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq
Setelah Rosululloh wafat, Abu bakar As-siddiq ditunjuk sebagai
kholifah pertama untuk memimpin umat islam. Kholifah
adalah pemimpin yang diangkat setelah nabi wafat untuk menggantikan nabi dan
melanjutkan tugaa-tugas sebagai pemimpin agama dan pemerintahan.
Berita tentang wafatnya Rosululloh SAW cukup mengagetkan para sahabat.
Bahkan seolah-olah para sahabat belum memiliki kesiapan untuk ditinggalkan
Rosululloh.Hal ini terlihat betapa mendalamnya kesedihan yang dirasakan oleh
para sahabat waktu itu. Selain itu juga tampak pada betapa sulitnya mencari
pengganti Roululloh untruk memimpin masyarakat Madinah yang sudah mulai tertata
dan berperadapan. Sampai akhirnya keputusan jatuh ketangan Abu Bakar
Ash-Shiddiq dan mayoritas umat Islam berbai’at kepadanya.
Setelah nabi wafat, sebagai pemimpin umat Islam yang pertama
menggantikan Rasulullah adalah Abu Bakar as-Siddiq sebagai khalifah. Diantara faktor yang mendukung terpilihnya Abu Bakar ialah dia
adalah orang yang menggantikan rasul sebagai imam sholat ketika rasullulloh
sakit, dia juga orang yang menemani rasululloh saat hijrah dan dia adalah
sahabat senior yang awal memeluk islam.Terpilihnya Abu bakar sebagai khalifah
menunjukkan kesadaran yang baik bagi masyarakat islam waktu itu. Ini sekaligus
menjadi sebuah lompatan sejarah yang luar biasa karena umumnya pergantian
kepemimpinan di zaman itu masih banyak diwarnai oleh pergantian secara keturunan
atau Monarchi. Tetapi tidak demikian halnya bagi umat islam waktu itu mereka
memilih pemimpin mereka atas kesadaran demokratis maka sejak itu abu bakar
sebagai khalifah umat islam. Ia disebut sebagai khalifat ar-rasulillah (
pengganti Rasululloh).
3.
Kebijakan-kebijakan Abu Bakar Selama Menjadi
Kholifah
Beberapa
pencapaian jasa-jasa Abu Bakar As-Shiddiq yakni telah melakukan beberapa
kebijakan dan secara umum dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu bidang
keagamaan dan bidang non keagamaan.
a.
Keagamaan
Jasa Abu Bakar yang paling umum dibidang keagamaan ini adalah
1.
Mengumpulkan mushaf Al-Qur’an, yang
semula usulan Umar bin Khattab
2.
Melakukan upaya penyadaran terhadap
mereka yang telah melakukan penyelewengan terhadap ajaran Nabi Muhammad. Upaya
penyadaran ini terutama dilakukan terhadap kalangan yang mengingkari kewajiban
zakat, murtad, dan mengaku dirinya nabi. Termasuk munculnya nabi-nabi palsu
seperti; Musailamah Al-Kadzab, Tulaikhah, sajjah dan Aswad Ansi.
3.
Kebijakannya
menyatukan persepsi seluruh sahabat untuk memerangi kaum murtad dengan segala
persiapan ke arah itu, kemudian instruksinya untuk memerangi seluruh kelompok
yang murtad di wilayah masing-masing.
b.
Non
Keagamaan
Selain
kebijakan nyata dibidang agama, Abu Bakar juga melakukan kebijakan non agama.
Diantara kebijakannya sebagai berikut:
1.
Kebijakan dalam bidang ekonomi
Abu Bakar
membuat semacam lembaga keuangan. Lembaga ini masih sangat sederhana
pengoperasiannya juga mesih bersifat sederhana dan lembaga tersebut sebagai
salah satu pencapaian yang paling penting dari Khalifah Abu Bakar, disamping
kebijakan yang lain.
2.
Kebijakan
dalam bidang Politik
Kebijakan
dibidang politik juga dianggap sebagai pencapaian yang bagus. Kebijakan politik Abu Bakar
bisa dilihat misalnya sejak proses pengangkatan sebagai kholifah dan pada saat
pidato pertamanya pada hari pembaiatan dirinya sebagai khalifah. Pidato ini,
merupakan manifesto politik yang secara singkat dan padat menggambarkan
kontinuitas prinsip-prinsip tatanan masyarakat yang telah diletakkan oleh nabi. Membentuk
dewan perwakilan dan juga mengembangkan prinsip-prinsip
demokrasi.
B. Masa Kekhalifahan Umar
bin Khattab
1. Riwayat
Hidup Umar Ibn Khattab
Bila dilihat dari catatan sejarah, secara kekeluargaan Umar bin
Khattab mempunyai hubungan kekerabatan dengan Nabi Muhammad SAW, yaitu pada
kakek buyut ketujuh hubungan itu terjalin. Ia termasuk suku Quraisy yang
berasal dari Banu Adi. Umar bin Khattab lahir di Mekkah sebelum perang fajar
tiga belas tahun setelah kelahiran nabi, atau pada tahun empat puluh sebelum
Nabi hijrah. Karena itu, sebagaimana dengan Abu Bakar, Umar bin Khattab lebih
muda dari Rasululoh.Disamping itu Umar adalah pribadi yang lengkap untuk
menjadi pemimpin yang cemerlang.
2. Pengangkatan
Khalifah Umar bin Khattab
Ketika Abu Bakar
sakit keras dan merasa bahwa ajalnya sudah dekat, ia segera memutuskan untuk
mengangkat pengganti dirinya. Dalam kondisi itu seperti itu sejarahwan muslim
umumnya menilai kebijakan yang ditempuh Abu Bakar tersebut lebih didasarkan
pada kepentingan kemaslahatan umat. Abu Bakar tampaknya tidakmau mewariskan
konflik dalam menentukan posisi kepemimpinan umat islam seperti yang pernah
terjadi di saqifah bani sa’idah. Lagi pula jika masalah tersebut sampai
berlarut-larut akan menjadi vacum of power, padahal saat itu pasukan
muslim sedang berperang melawan tentara Romawi dan Persia.mereka tentunya sangat membutuhkan
dukungan moral dan politis dari Madinah. atas dasar itu, Abu Bakar memutuskan
untuk menyiapkan calon penggantinya. Terpilihnya Umar sebagai khalifah berbeda
dengan pendahulunya Abu Bakar ia mendapatkan mandat kepercayaan sebagai
khalifah kedua atas dasar wasiat dari Abu Bakar yang sebelumnya telah
bermusyawarah dengan para sahabat dan akhirnya
pilihan itu jatuh kepundak Umar Ibn Khattab (586-644 M). Umarr menerima
dan mulai menyandang gelar khalifah pada selasa
tanggal 22 Jumad as-Sani 13 H atau 13 Agustus 634 M.
3.
Pencapaian Khalifah Umar Ibn Khattab
Umar Ibn Khattab meneruskan penyematan
jabatan kholifah sebagaimana yang dipakai oleh Abu Bakar, tetapi dengan
embel-embel baru Amir al-Mu’minin. Dialah yang pertama kali menggunakan
titel ini seusai pengangkatannya. Ia menempuh kebijakan-kebijakan yang
mempunyai nilai signifikan bagi pembangunan kekuatan politik umat islam baik
dalam negeri maupun luar negeri.
Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, usaha
pengembangan wilayah Islam terus dilanjutkan. Kemenangan dalam perang Yarmuk
pada masa Abu Bakar, membuka jalan bagi Umar untuk menggigitkan lagi usahanya,
sehingga mendapatkan kemenangan atas tentara rom[1]awi
di Ajnadin pada tahun 16 H/ 636 M dan beberapa kota dipesisir
Syiria dan Palestina, seperti Jaffa, Gizar, Ramla, Typus, Uka (acre), Askalon
dan Bairut. Kota ini dapat ditundukkan pada tahun 18 H/636 M dengan diserahkan
sendiri oleh Patrik kepada Umar bin Khatab.
Khalifah Umar bin Khatab melanjutkan
perluasan dan pengembangan Islam ke Persia yang telah dimulai sejak masa Abu
Bakar. Pasukan Islam yang menuju Persia ini berada di bawah pimpinan panglima
Saad ibn Abi Waqqash. Dalam perkembangan berikutnya berturut-turut dapat
ditaklukan beberapa kota, seperti Tadisia, kota Jalula, Madayin dan Nahawan.
Khalifah Umar bin Kahttb juga
mengembangkan kekuasaan islam di mesir yang saat itu penduduk mesir yaitu suku
bangsa wibti sedang mendapat penganiaayaan dari bangsa Romawi. Bangsa ibti
sangat mengharapkan bantuan dari orang-orang islam. Setelah berhasil menaklukan
syiria dan palestina \. Khalifah umar memberangkatkan pasukannya yang berjumlah
4000 orang menuju mesir di bawaah pimpinan amr bin ash dan berhasil merebut
benteng babil dan iskandariyah.
Dan
peninggalan Umar bin Khattab lainnya selama memerintah saebagai khalifah ialah
mengeluarkan undang-undang kebijakan perundang-undangan mengenai ketertiban
pasar dalam jual beli. Selain itu umar bin khattab juga membentuk beberapa diantaranya Dewan pembendaharaan
Negara dan dewan Militer. Dimana waktu itu hakim yang termasyhur ialah Ali bin
abi thalib.
III.
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian pada bab ii di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai
berikut :
1. Abu
bakar As-siddiq ditunjuk sebagai kholifah pertama untuk memimpin umat islam
2. Salah
satu faktor yang mendukung terpilihnya Abu Bakar sebagai kholifah setelah Rasulullah wafat ialah dia
adalah orang yang menggantikan rasul sebagai imam sholat ketika rasullullah sakit
3. Beberapa
kebijakan Bakar As-Shiddiq selama menjadi kholifah yakni dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu bidang keagamaan
seperti mengumpulkan mushaf Al-Qur’an, menyatukan persepsi seluruh sahabat
untuk memerangi kaum murtad, dll, serta bidang non keagamaan. Misalnya membuat
semacam lembaga keuangan dll.
4. Umar bin khattab sebagai khalifah kedua lahir di Mekkah, dan masih memiliki hubungan
kekerabatan dengan nabi dan beliau ialah tokoh yang berkepribadian baik.
5. Terpilihnya Umar menjadi khalifah karena wasiat dari Abu
Bakar yang dulunya pernah bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya.
6. Pencapaian Umar selama menjadi khalifah yakni memperluas
kekuasaan Islam seperti Mesir, Persia dan juga membentuk beberapa dewan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Fu’adi,
Imam, 2011, Sejarah Peradaban Islam, Yogyakarta : Teras.
[2] Mahmudunnasir,
Syed, 2005, Islam Konsepsi dan Sejarahnya, Bandung : Rosda.
[3] Edyar, Busman,dkk (ed.), 2009, Sejarah
Peradaban Islam, Jakarta: Pustaka Asatruss.