Rabu, 15 Maret 2017

”Rekrutmen Sumberdaya Manusia”
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sumberdaya manusia
Dosen Pengampu:
Neny Ayu Nourmanita, S.Sos.,M.PA.
Disusun oleh:
1.        M. Imam Ghozali                (17101053003)
2.        Indah Latifatul Umdah      (17101053021)
3.        M. Faisal Huda                    (17101053011)
JURUSAN MANAJEMEN ZAKAT WAKAF
 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
 TULUNGAGUNG
 2017


Kata Pengantar
            Puji syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Alloh Swt, atas seluruh nikmat, rahmat, taufiq dan hidayah-Nya yang telah dianugerahkan kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rosululloh Saw, beserta keluarga dan pengikut setianya, semoga kesuksesan senantiasa mewujud dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Sejalan dengan selesainya makalah ini kami mengucapkan terima kasih banyak kepada :
1.      Dr. Maftuhin, M.Ag., selaku rektor IAIN Tulungagung
2.      Neny Ayu Nourmanita, S.Sos.,M.PA., selaku dosen pengampu mata kuliah Manajemen Sumberdaya Manusia
3.      Semua pihak yang turut serta dalam pembahasan materi ini
Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sedemikian rupa. Akhirnya, semoga Alloh meridhoi usaha kami dan mencatatnya sebagai amal saleh kami. Dan apabila terdapat kesalahan-kesalahan yang ada dalam makalah ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami berkenan menerima kritik maupun saran yang bersifat membangun karena tiada harapan dari kami kecuali makalah ini dapat bermanfaat, memberi sumbangan positif, dan menambah wawasan ilmu yang barokah bagi kita semua. Amien.

Tulungagung, 24 Februari 2017


Penyusun


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................. i
KATA PENGANTAR.............................................................................. ii    
DAFTAR ISI.............................................................................................. iii
BAB I  PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang........................................................................ 1
B.  Rumusan Masalah................................................................... 2
C.  Tujuan Pembahasan................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan tujuan SDM................................................... 3
B.  Sumber-sumber perekrutan SDM........................................... 5
C.     Kendala-kendala perekrutan SDM........................................ 7
D.  Cara-cara menentukan kualifikasi pelamar............................. 9
E.   Langkah-lagkah seleksi dalam proses rekrutmen....................13
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................. 16
B. kritik dan saran............................................................................ 17

DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 18


  BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Salah satu kunci utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional adalah terletak pada proses Rekrutmen,Seleksi, Training and Development calon tenaga kerja. Mencari tenaga kerja yang profesional dan berkualitas tidaklah gampang. Merupakan sebuah kewajiban dalam sebuah organisasi dan perusahaan-perusahan harus melakukan penyaringan untuk anggota atau para pekerja yang baru. Untuk itulah rekrutmen tenaga kerja dibutuhkan untuk menyaring para pelamar yang ingin melamar. Dalam organisasi, rekrutmen ini menjadi salah satu proses yang penting dalam menentukan baik tidaknya pelamar yang akan melamar pada organisasi tersebut.
Penarikan karyawan-karyawan baru bagi organisasi akan terus merupakan tantangan bagi semua departement personalia. Kadang-kadang kebutuhan karyawan baru diketahui secara jelas sebelumnya karena rencana-rencana SDM disusun dengan baik. Pada saat yang lain, departement personalia dihadapkan dengan permintaan yang hendak untuk mengisi lowongan secepat mungkin. Dalam kasus tersebut, penarikan pelamar atau calon karyawan merupakan kegiatan penting.
Calon tenaga kerja yang akan direkrut dapat diambil dari internal organisasi maupun eksternal organisasi. Perekrutan tenaga kerja dari dalam biasanya dilakukan oleh organisasi/perusahaan yang telah lama berjalan dan memiliki sistem karier yang baik. Perekrutan tenaga kerja dari dalam memiliki keuntungan, diantaranya adalah tidak mahal, promosi dari dalam dapat memelihara loyalitas dan dedikasi pegawai, dan tidak diperlukan masa adaptasi yang terlalu lama, karena sudah terbiasa dengan suasana yang ada.
Tujuan utama dari rekrutmen sendiri sebenarnya bukan hanya untuk menghasilkan sejumlah orang tertentu saja, ternyata tujuan rekrutmen juga harusnya mampu untuk memikat para pelamar yang kompeten bagi perusahaan atau instansi tersebut dengan mengacu kepada kemampuan atau ability, kecocokan antara persyaratan pekerjaan dengan pengetahuan dan motifasi yang merujuk kepada kecocokan antara karakteristik pekerjaan dengan kepribadian si pelamar.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dan tujuan rekrutmen SDM itu?
2.      Apa saja sumber dari perekrutan SDM itu?
3.      Apa  saja kendala-kendala dalam perekrutan SDM itu?
4.      Bagaimana cara mementukan kualifikasi pelamar?
5.      Bagaimana langkah-langkah seleksi dalam proses rekrutmen?
C.     Tujuan Pembahasan
1.      Utuk mengetahui apa pengertian dan tujuan rekrutmen SDM.
2.      Untuk mengetahui sumber-sumber perekrutan SDM.
3.      Untuk mengetahui kendala-kendala dalam perekrutan SDM
4.      Untuk mengetahui cara-cara menentukan kualifikasi pelamar.
5.      Untuk mengetahui langkah-langkah seleksi dalam proses rekrutmenn






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Tujuan Rekrutmen SDM
1. Pengertian Rekrutmen SDM
Penarikan karyawan-karyawan baru bagi organisasi akan terus merupakan tantangan bagi semua departement personalia. Kadang-kadang kebutuhan karyawan baru diketahui secara jelas sebelumnya karena rencana-rencana SDM disusun dengan baik. Pada saat yang lain, departement personalia dihadapkan dengan permintaan yang hendak untuk mengisi lowongan secepat mungkin. Dalam kasus tersebut, penarikan pelamar atau calon karyawan merupakan kegiatan penting.
Penarikan (Recruitment) adalah proses pencarian dan pemikatan para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Proses ini dimulai ketika ketika para pelamar dicari dan berakhir apalbila lamaran-lamaran (aplikasi) diserahkan. Hasilnya adalah sekumpulan pencari kerja dari mana para karyawan baru diseleksi. Pelaksanaan penariak biasanya merupakan tanggung jawab departement personalia, meskipun kadang-kadang digunakan para spesialis penarikan yang disebut recruiters. Proses penarikan penting karena kualitas SDM organisasi tergantung pada kualitas penarikannya.[1]
Departemen personalia merupakan wadah atau lembaga atau tempat yang mmelakukan kegiatan penarikan, seleksi, pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan SDM untuk mencapai tujuan individu, organisasi maupun masyarakat.[2] .
Menurut Faustino Cardoso Gomes (1995),Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah. Pelamar-pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya bekerja di dalam organisasi bersangkutan. Organisasi-organisasi sangat menginginkan informasi yang akurat tentang seperti apakah pelamar-pelamar tersebut jika kelak mereka diangkat sebagai pegawai.
Menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227) dalam Nanang Nuryanta (2008), Rekrutmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.
Menurut Schermerhorn, 1997, Rekrutmen (Recruitment) adalah “proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan.[3]
Kegiatan Rekrutment ini ada juga mengatakan kegiatan pengadaan akan tetapi ada sedikit perbedaan dalam pengertiannya tetapi maksudnya sama. Pengertian kegiatan SDM dianggap lebih luas daripada pengertian prekrutan (penarikan). Perekrutan biasanya ditujukan untuk penarikan SDM baru dari luar perusahaan atau organisasi. Sedangkan pengadaan SDM dimaksudkan untuk mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia dan lowongan ini dapat diisi dengann lowongan baru, bisa pula diisi sumber-sumber SDM dari dalam perusahaan sendiri melalui realokasi SDM yang ada baik berupa tour of duty (alih tugas) atau  tour of  area (alih tempat kerja). Sumber pengadaan SDM itu sendiri dapat berasal dari dua sumber yakni Sumber intern (dari dalam perusahaan itu sendiri) dan sumber ekstern (dari luar perusahaan).[4]
2. Tujuan Rekrutmen SDM[5]
Ada beberapa tujuan diadakannya rekrutment dalam sebuah lapangan kerja atau organisai lainnya baik yang bersifat umum maupun khusus. Tujuan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhi syarat;
b. Agar konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan;
c. Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja;
d. Untuk mengkoordinasikan upaya perekrutan dengan program seleksi dan pelatihan;
e. Untuk memenuhi tanggungjawab perusahaan dalam upaya menciptakan kesempatan kerja
B.     Sumber-sumber Perekrutan SDM
Calon tenaga kerja yang akan direkrut dapat diambil dari internal organisasi maupun eksternal organisasi. Perekrutan tenaga kerja dari dalam biasanya dilakukan oleh organisasi/perusahaan yang telah lama berjalan dan memiliki sistem karier yang baik. Perekrutan tenaga kerja dari dalam memiliki keuntungan, diantaranya adalah tidak mahal, promosi dari dalam dapat memelihara loyalitas dan dedikasi pegawai, dan tidak diperlukan masa adaptasi yang terlalu lama, karena sudah terbiasa dengan suasana yang ada. Namun demikian perekrutan dari dalam juga berarti terjadinya pembatasan terhadap bakat yang sebenarnya tersedia bagi organisasi dan mengurangi peluang masuknya pemikiran baru.[6]
1. Eksternal
a)Lembaga pendidikan
b)Teman/anggota keluarga karyawan.
c)Lamaran terdahulu yang telah masuk
d)Agen tenaga kerja
e)Karyawan perusahaan lain
f)Asosiasi profesi
g)Outsourcing
2. Internal
a)Promosi
b)Transfer / rotasi
c)Pengkaryaan karyawan kembali
d)Kelompok pekerja sementara / karyawan kontrak ( temporer )
Metode perekrutan karyawan dengan sumber dari luar perusahaan, dapat dilakukan :
1) Melalui iklan di media massa (radio, TV, koran, internet).
2) Melalui iklan atau adventensi diharapkan perusahan dapat merekrut calon tenaga kerja dengan spesifikasi tertentu dan dengan pengalaman kerja tertentu. Perekrutan melalui iklan ini biasanya disertai dengan suatu janji yang menarik, misalnya gaji yang besar, masa depan yang menarik dan sebagainya.
3) Open house, untuk menjaring lebih banyak tenaga potensial secara umum, perusahaan dapat melakukan open house di sejumlah kalangan yang diprediksikan dapat menarik calon tenaga kerja potensial, seperti di perguruan tinggi, even-even tertentu.
4) Menyewa konsultan perekrutan. Terkadang untuk mencari dan merekrut tenaga kerja profesional dibutuhkan konsultan yang mampu mencari tenaga tersebut, dengan demikian ada jaminan melalui konsultan perekrutan perusahaan tidak perlu membuang waktu untuk mencari tenaga kerja yang sesuai.[7]

C.    Kendala-kendala dalam Perekrutan SDM
Agar penarikan berhasil, perusahaan perlu menyadari berbagai kendala. Batasan-batasan ini bersumber dari organisasi, pelaksana penarikan, dan lingkungan eksternal. Meskipun kendala yang dihadapi perusahaan bervariasi dari satu situasi dengan situasi lainnya, uraian berikut mencakup kendala yang paling umum, yakni :
1.      Kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasional
Berbagai kebijaksanaan organisaional merupakann sumber batasan potensial. Kebijaksanaan-kebijaksanaan ini berusaha untuk mencapai keseragaman, manfaat hubungan masyarakat, ekonomis, dan sasaran yang lain yang berhubungan dengan penarikan. Diantara kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasional yang penting yang akan mempengaruhi penarikan adalah : kebijaksanaan promosi, kebijaksanaan kompensasi, kebijaksanaan status karyawan, dan kebijaksanaan penerimaan tenaga lokal.
2.      Rencana-rencana Sumberdaya Manusia
Rencana SDM merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses penarikan. Dengan merinci persediaan keterampilan, rencana latihan dan pengembangan serta promosi dan transfer, rencana personalia menguraikan pekerjaan-pekerjaan mana yang harus dipenuhi melalui penarikan dan mana yang harus diisi secara internal. Rencana ini membantu proses penarikan karenan meringkas kebutuhan-kebutuhan penarikan diwaktu yang akan datang.[8]
3.      Kondisi Pasar Tenaga Kerja
Pasar tenaga kerja merupakan suatu wilayah geografis dimana kekuatan-kekuatan suplai (orang-orang yang sedang mencari pekerjaan) berinteraksi dengan kekuatan-kekuatan permintaan (perusahaan-perusahaan yang sedang mencari karyawan) dan dengan demikian menentukan harga tenaga kerja. Pemahaman akan kondisi pasar tenaga kerja  memungkinkan manajemen dapat memperkirakan suplai tenaga kerja yang tersedia untuk penarikan  karyawan. Bila suplay dalam wilyah geografis ttertentu itu terbatas, benarikan harus diperluas dan biasanya biaya-biaya tenaga kerja akan lebih besar. Sebaliknya, bila suplai karyawan yang “qualified” relatif tinggi dalam pasar tenaga kerja lokal, maka harga tenaga kerja akan cenderung lebih rendah.
4.      Kondisi-kondisi lingkungan eksternal
Kondisi-kondisi luar perusahaan sangat mempengaruhi penariakan. Disamping perubahan-perubahan pasar tenaga kerja, hukum perburuhan, proyeksi angkatan kerja oleh departemen tenaga kerja, kelangkaan tenaga kerja dengan keterampilan-keterampilan tertentu, dan penarikan para pesaing, semua itu akan mempunyai dampak pada upaya-upaya penarikan perusahaan. Meskipun faktor-faktor tersebut telah dipertimbangkan dalam perencanaan sumberdaya manusia, lingkungan ekonomi dapat berubah secara cepat sesudah rencana disetujui.
5.      Persyaratan-persyaratan Jabatan
Persyaratan-persyaratan tiap jabatan adalah salah satu kendala penarikan. Sebagai contoh untuk menarik tenaga-tennaga terampil adalah lebih sulit daripada tenaga-tenaga tidak terampil. Departement persolia perlu mempelajari permintaan-permintaan jabatan dari informasi analisis jabatan, dan komentar para manajer. Pengetahuan akan persyaratan-persyaratan jabatan memungkinkan bagian personalia untuk memilih cara terbaik dalam program penarikan dengan batasan-batasan yang ada.
6.      Kebiasaan-kebiasaan Pelaksana Penarikan
Kebiasaan-kebiasaan dimasa lalu akan membentuk kebiasaan-kebiasaan. Memang hal ini dapat menghilangkan keputusan-keputusan yang memakan waktu, akan tetapi juga bisa meneruskan kesalahan-kesalahan atau menghindarkan alternatif-alternatif yang lebih efektif. Dengan demikian para pelaksana penarikan memerlukan umpan baik positif maupun negatif agar tidak hanya mengggantungkan diri pada kebiasaan yang telah terbentuk.[9]

D.    Cara-cara Menentukan Kualifikasi Pelamar
Tujuan upaya rekrutmen bukanlah sekadar menghasilkan sejumlah orang tertentu. Lebih dari itu, tujuan rekrutmen hendaklah selalu untuk memikat pelamar-pelamar yang kompeten bagi organisasi. Kemampuan (ability) mengacu kepada  kecocokan antara persyaratan pekerjaan dengan pengetahuan,keahlian, dan kemampuan si pelamar. Motifasi (motivation) merujuk kepada kecocokan antara karakteristik pekerjaan dengan kepribadian, minat dan keinginan si pelamar.[10]
Untuk mendapatkan calon karyawan yang sesuai, sangat dibutuhkan strategi rekrutmen karyawan yang tepat dan efektif, jangan sampai proses rekrutmen karyawan ini hanya jadi ajang membuang-buang waktu, uang dan tenaga tanpa menghasilkan apa yang perusahaan atau instansi butuhkan. Strategi rekrutmensendiri terbagi dalam beberapa tahap, diantaranya adalah[11]:
1. perencanaan rekrutmen
Proses rekrutmen yang paling awal akan bermula dari menentukan spesifikasi yang jelas dari kebutuhan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan atau instansi, baik itu berdasarkan jumlah, tingkat keahlian, tingkat pendidikan dan tenggang waktu untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.
Setelah itu ditentukan, strategi rekrutmen karyawan berikutnya adalah dengan memproyeksikan daftar untuk mencapai tujuan akhir terbaik berdasarkan prediksi kekosongan jabatan atau posisi (kebutuhan).
Dalam hal perencanaan perekrutan ini, perusahaan tersebut haruslah mempersiapkan segala hal yang akan menunjang proses perekrutan supaya berjalan maksimal. Dalam proses perencanaan rekrutmen tersebut, departemen HR harus sudah mempersiapkan segalanya, dari mulai kualifikasi pelamar, posisi yang diproyeksikan, jumlah kebutuhan dan hal lainnya.
2. Dimana tempat Merekrut
Untuk mendapatkan karyawan yang memiliki kualifikasi terbaik, perusahaan atau instansi tersebut harus mencari kandidat di dalam wilayah yang diprediksi penuh dengan calon kandidat potensial. Walaupun pasar tenaga kerja lokal merupakan tempat terbaik untuk memulai upaya perekrutan, akan tetapi jangan lupakan juga perekrutan regional ataupun nasional yang bisa saja dilakukan untuk beberapa posisi tertentu. Bahkan kalau benar-benar dibutuhkan, pencarian kandidat secara Internasional bisa dilakukan.[12]
3. Posisi masuk
Salah satu keputusan dalam strategi rekrutmen karyawan lainya adalah mengetahui dimana posisi masuk pertama kali atau entry level yang seharusnya didalam hierarki organisasional.
Perlu diketahui kalau posisi entry level yang pertama biasanya akan ada di lapisan bawah sekali dari sebuah perusahaan atau instansi, misalnya saja seperti posisi produksi atau bagian operasi. Setelah itu, masuk kedalam posisi entry level kedua yang terpusat pada arah manajemen yang lebih rendah lagi dan posisi lainnya.
Salah satu alasan kenapa harus dimulai dari bawah karena posisi paling bawah biasanya membutuhkan lebih banyak kandidat, dengan begitu maka para pelamar kemungkinan besar akan berjumlah banyak. Disini perusahaan juga bisa memilih berkas-berkas pelamar yang diperkirakan akan cocok jika di posisikan di dalam posisi yang lebih tinggi. Sortir ini sendiri bisa dilihat dari portofolio pelamar, tingkat pendidikan, pengalaman kerja dan lainnya.[13]
4. pencarian pelamar
Setelah perencanaan telah dianggap matang dan strategi rekrutmen karyawan teleh disusun dengan rapi, maka aktivitas rekrutmen yang sesungguhnya bisa mulai dijalankan. Untuk prakteknya, pencarian pelamar ini dapat menggunakan metode rekrutmen tradisional dengan menggunakan iklan media seperti surat kabar, televisi dan memasang poster lowongan kerja di tempat-tempat yang sudah ditentukan sebelumnya.
Proses ini sendiri merupakan acara puncak dari serangkaian proses yang bersifat administrasi, dimana pencarian pelamar ini dimulai dengan mengumpulkan surat lamaran, kemudian mensortir calon pelamar, melakukan panggilan tes, dan menjalani proses training.
Untuk jumlah pelamar yang terlalu banyak, biasanya para perusahaan akan membagi berkas lamaran tersebut dalam beberapa kategori, dimana proses sortir ini akan lebih panjang dan membutuhkan ketelitian yang tinggi. Tidak jarang proses sortir ini saja, perusahaan atau instansi akan membutuhkan pihak ketiga guna mencari kandidat yang cocok dari ribuan atau bahkan jutaan pelamar.
5. memikat pelamar
Salah satu komponen utama dari srategi rekrutmen adalam dengan merencanakan pemikat bagi pelamar kerja. Dalam kondisi tertentu, terkadang perusahaan atau instansi terkadang akan menemui kesulitan dalam memikat orang-orang yang dibutuhkan, khususnya posisi karyawan ahli. Untuk memperkuat upaya rekrutmennya sendiri, perusahaan atau instansi perlu menentukan daya tarik atau bujukan efektif yang akan ditawarkan. Misalnya saja salary, jenjang karir dan lainnya.
Selain dengan menggunakan strategi rekrutmen karyawan diatas, perusahaan atau instansi juga bisa menggunakan jasa pihak ketiga untuk mendapatkan calon pekerja potensial. Biasanya ini berbentuk yayasan, dimana yayasan ini sudah memiliki database calon karyawan yang sesuai dengan keinginan perusahaan.
Walaupun begitu, tetap saja serangkaian proses diatas harus dilalui, tapi proses tersebut akan berhenti pada saat proses pencarian pelamar, dimana proses tersebut sudah diserahkan sepenuhnya kepada yayasan. Strategi rekrutmen karyawan seperti ini biasanya akan diambil jika perusahaan membutuhkan karyawan tingkat bawah dana jumlah yang tidak terlalu banyak.[14]
E.     Langkah-langkah Seleksi dalam proses Rekrutmen
Setiap perekrut tenaga kerja yang mempunyai rasa tanggung jawab secara professional dapat dipastikan inggin beruaha agar proses seleksis yang dilakuannya diperoleh tenaga kerja yang paling memenuhi syarat untuk mengisi lowongan yang tersedia. Proses seleksi terdiri dari paling sedikit delapan langkah yang dapat ditempuh.[15] Langkah-langkah yang biasa ditempuh tersebut ialah sebagai berikut:
1. Penerimaan surat Lamaran
Langkah ini merupakan langkah yang penting yang harus ditempuh dengan hati-hati. Organisas pemakai tenaga kerja menempuh langkah ini guna memperoleh kesan pertama tentag pelamar melalui pengamatan tentang penampilan, sikap, dan faktor-faktor lain yang dipandang relevan. Dari kesan pertama inilah perekrut mengambil keputusan apakah melanjutkan langkah berikutnya atau tidak.
2. Penyelenggaraan ujian
Dalam perekrutan pasti mengadakan ujian bagi para pelamarnya dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang objektif dan dengan tingkat akurasi yang tinggi tentang cocok tidaknya pelamar dengan jabatan atau pekerjaan yang akan dipekerjakan padanya. Pada dasarnya ujian yang dapat ditempuh  seorang pelamar yakni tes psikologi, tes pengetahuan, dan tes pelaksanaan pekerjaan. Ketiga tes itu umerupakan pokok utama guna menilai para pelamar layak dan tidaknya diterima di organisasi itu.
3. Wawancara seleksi
Wawancara sebagai alat seleksi sering dipandang langkah yang cukup penting. Karena dipandang sebagai langkah yang penting, penggunaanyapun paling sering dan paling meluas. Ada 5 manfaat yang dapat dipetik dari wawancara ini yaitu sebagai berikut:
a. kesan kuat tentang akseptabilitas pelamar untuk bekerja dalam organisasi.
b. perolehn jawaban yang agak pasti atas pertanyaan pelamar mampu melaksanakan pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
c. perolehan barang perbandingan antara pelamar yang di wawancarai dengan para pelamar lain untuk pekerjaan yang sama.
d. pengenalan pelamar dengan lebih baik oleh pewawancara.
e. kesempatan bagi pelamar yang diwawancarai untuk lebih mengenal organisasi yang akan dipekerjakannya melalui informasi yang doperolehnya dari pewawancara.
4. Pengecekan latar belakang pelamar dan surat-surat referensinya
Salah satu langkah yang biasa diambil dalam keseluruhan proses seleksi ialah mengharuskan pelamar melngkapi dokumen lamarannya dengan surat-surat referensi. Surat-surat referensi dimaksudkan untuk melengkapi informasi tentang diri pelamar seperti kemampuan, intelektual, sikap, nilai yang dianut, perilaku, dan hal-hal yang dipandang relevan. Permintaan informasi referensi dari orang-orang tertentu merupakan usaha sistematik untuk mengetahui lebih mendalam latar belakang seorang pelamar.[16]
5. Evaluasi kesehatan
Evaluasi medis atau kesehatan ini sudah biasa dilakukan disetiap rekrutmen dengan tujuan untuk menjamin bahwa pelamar berada pada kondisi fisik yang sehat. Ada dua cara umum yang dapat ditempuh pada proses ini yakni pertama, pelamar diminta melampirkan surat keterangan sehat dari dokter. Kedua, melakukan sendiri evaluasi medis dengan mengharuskan pelamar menjalani tes kesehatan dilokasi.
6. Wawancara oleh Manajer yang akan menjadi atasan laangsung
Setelah hasil wawancara yang pertama lolos maka si pelamar dihadapkan kepada ketua direktur ataau atasan secara langsung. Tujuannnya adalah agar lebih meyakinkan lagi apakah si pelamar benar-benar sipa bekerja atupun tidak. Disitu nanti ditemukan kepastian dari si pelamar itu.
7. Pengenalan pekerjaan
Pengenalan pekerjaan kepada si pelamar dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada si pelamar akan kegiatan-kegiatan dalam organisai atau perusahaan tersebut agar si pelamar dapat mengetahui bagian apa yang pas untuknya dan tidak kaget ketika sudah diterima kerja. Sehingga si pelamar sudah yakin dan mantap akan bekerja diperusahaan atau organisasi tersebut.
8. Keputusan atas Lamaran
Cara terakhir, setelah dilakukan bebrapa cara diatas maka tibalah saatnya seorang perekrut mengambil keputusan diterima atau tidaknya si pelamar tersebut, karena sudah melewati bebrapa tahap ujian maka disitu sudah diketahui kelayakan tidaknya si pelamar untuk diterima kerja ditempat tersebut. [17]




BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasann diatas dapat disimpulkan bahwa, Penarikan (Recruitment) adalah proses pencarian dan pemikatan para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Menurut Faustino Cardoso Gomes (1995),Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah.
Perekrutan tenaga kerja dari dalam memiliki keuntungan, diantaranya adalah tidak mahal, promosi dari dalam dapat memelihara loyalitas dan dedikasi pegawai, dan tidak diperlukan masa adaptasi yang terlalu lama, karena sudah terbiasa dengan suasana yang ada.
Tujuan di adakannya rekrutmen adalah sebagai berikut:
a. Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhi syarat;
b. Agar konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan;
c. Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja;
d. Untuk mengkoordinasikan upaya perekrutan dengan program seleksi dan pelatihan;
e. Untuk memenuhi tanggungjawab perusahaan dalam upaya menciptakan kesempatan kerja



B. Kritik dan Saran
Pemakalah menyadari bahwa makalah ini sangat memiliki banyak kekurangan baik segi materi ataupun bahan. Untuk itu pemakalah mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk mendukung perubahan yang lebih baik. Pemakalah senantiasa berdoa semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan dapat diaplikasikan baik di dunia organisasi maupun di dunia kerja sehingga materi ini dapat membangun kita ke depannya.























DAFTAR PUSTAKA
Handoko, T.Hani, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, (Yogyakarta: Liberty), 1985
Sondang. P,  Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara), 2008
Saydan, Gouzali, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Djambatan), 2005
Ghozali, Imam, dalam http://pakarkinerja.com/strategi-rekrutmen-karyawan-untuk-mendapatkan-sdm-terbaik/, diakses tanggal 13 Maret 2017, pkl. 22.14 WIB
Ghozali, Imam, dalam https://savehuman.wordpress.com/2011/05/13/rekrutmen-sumber-daya-manusia/, diakses tanggal 13 Maret 2017, pkl. 21.50 WIB
Ghozali, Imam, dalam http://www.slideshare.net/banditznero/kuliah-7-seleksi-sdm-, diakses tanggal 11 Maret 2017, pkl. 20.02 WIB


[1] T.Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, (Yogyakarta: Liberty), 1985, hal. 49

[2] Ibid, hal.4
[3] Sondang. P,  Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara), 2008, hal. 101
[4] Gouzali Saydan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Djambatan), 2005, hal. 82-83         
[5] M.Imam Ghozali, dalam http://www.slideshare.net/banditznero/kuliah-7-seleksi-sdm-, diakses tanggal 11 Maret 2017, pkl. 20.02
[6] Sondang. P,  Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara), 2008, hal. 104
[7] Sondang. P,  Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara), 2008, hal. 104-105
[8] T.Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, (Yogyakarta: Liberty), 1985, hal.51-53
[9] T.Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, (Yogyakarta: Liberty), 1985, hal.51-53
[10] M.Imam Ghozali, dalam https://savehuman.wordpress.com/2011/05/13/rekrutmen-sumber-daya-manusia/, diakses tanggal 13 Maret 2017, pkl. 21.50 WIB

[11] M.Imam Ghozali, dalam http://pakarkinerja.com/strategi-rekrutmen-karyawan-untuk-mendapatkan-sdm-terbaik/, diakses tanggal 13 Maret 2017, pkl. 22.14 WIB
[12] M.Imam Ghozali, dalam http://pakarkinerja.com/strategi-rekrutmen-karyawan-untuk-mendapatkan-sdm-terbaik/, diakses tanggal 13 Maret 2017, pkl. 22.14 WIB

[13] M.Imam Ghozali, dalam http://pakarkinerja.com/strategi-rekrutmen-karyawan-untuk-mendapatkan-sdm-terbaik/, diakses tanggal 13 Maret 2017, pkl. 22.14 WIB

[14] M.Imam Ghozali, dalam http://pakarkinerja.com/strategi-rekrutmen-karyawan-untuk-mendapatkan-sdm-terbaik/, diakses tanggal 13 Maret 2017, pkl. 22.14 WIB

[15] Sondang.P. Siagian, Manajemen Sumberdaya Manusia, (jakarta:Bumi Aksara), 2008, hal. 136-152
[16] Sondang.P. Siagian, Manajemen Sumberdaya Manusia, (jakarta:Bumi Aksara), 2008, hal. 136-152

[17] Sondang.P. Siagian, Manajemen Sumberdaya Manusia, (jakarta:Bumi Aksara), 2008, hal. 136-152

LAPORAN UJI COBA PRODUK JAMUR CRISPY

A.     Latar Belakang             Jamur merupakan jenis tumbuhan yang mudah di jumpai disekeliling kita, cara membudidayakannya juga t...